Make your own free website on Tripod.com

BAMAG REDAM BENTURAN ANTARGEREJA
Suara Merdeka, Selasa ,23 Agustus 2005

diedit oleh:Eddy Sriyanto, telp. (024) 70125869 / 0812.2525.268


SEMARANG - Munculnya aliran-aliranKristen pembaruan membuat Pembimbing Masyarakat Kristen membentuk Badan Musyawarah Antargereja (Bamag) Jateng. Pembentukan badan itu berdasarkan surat keputusan yang dikeluarkan Pembimbing Masyarakat Kristen Jateng No KW 117/BA/1.1/1750/2005 tanggal 23 Juni 2005.

"Nantinya Bamag akan mengatur supaya tidak muncul benturan-benturan antargereja karena pemunculan aliran-aliran baru," kata ketua Bamag Jateng Yakobus Gunawan dalam jumpa pers, Senin (21/8) di Hotel Bukit Asri Jl. Setiabudi 5 A Semarang.

Yakobus menjelaskan, tidak ada unsur politik di dalam pembentukan Bamag. "Semua yang dilakukan itu murni mengenai agama,:ungkapnya.

Dia juga mengatakan, Bamag tidak akan ditunggangi oleh partai politik lain. Meski demikian, Yakobus tidak melarang anggota-anggotanya terjun ke dunia politik. Aliran-aliran Kristen pembaruan, lanjut Yakobus, meerupakan pengadobsian beberapa ilmu pengetahuan.

"Di Indonesia, teologi pembebasan sudah mulai dihilangkan. Saat ini yang sedang marak adalah teologi sukses yang merupakan campuran ilmu psikologi, teologi, dan filsafat," papar dia. Pengadobsian ilmu filsafat ke dalam teologika praktik akan membawa tujuan yang berbeda pada hakekat gereja dan akan mempengaruhi perkembangan gereja.

Hal itu, menurut dia, akan menimbulkan kecenderungan gereja-gereja untuk berdiri sendiri tanpa tujuan yang jelas. Dia juga mendukung suara penolakan pembangunan gereja di beberapa tempat. Hal itu dia anggap sebagai bentuk penataan terhadap tempat ibadah.

"Kalau tidak ditata mulai sekarang, akan bermunculan gereja-gereja yang dibangun oleh orang-orang kaya," tandasnya. Jika dibiarkan, gereja bertambah banyak dan letaknya berdekatan sehingga mengurangi jemaat gereja itu sendiri. Meskipun mendukung penolakan pembangunan itu, dia menyesalkan tindakan pembongkaran terhadap gereja, baru-baru ini. "Jangan karena tidak ada Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) gereja dirobohkan begitu saja. Itu bisa dikatakan sebagai tindakan anarkhis," ungkapnya.

Tujuan pembentukan Bamag antara lain untuk memobilisasi umat dalam mencapai kesejahteraan daerah dan meningkatkan kesejahteraan bersama.

"Ruang Lingkup Bamag meliputi seluruh gereja, termasuk Gereja Bethel dan Gereja Bala Keselamatan," ujar dia. Selain itu, Bamag akan menyatukan badan-badan ataupun lembaga gereja di tingkat kabupaten tanpa harus mengubah nama badan atau lembaga itu sendiri.

 

Back to home